Strategi Facebook untuk kampanye Capres
Tantangan terbesar bagi kandidat capres adalah berkomunikasi secara efektif dalam hal pemilihan medium dan pesan (konten). Medium tradisional seperti media cetak, elektronik dan luar ruang efektif dalam hal jangkauan, tetapi tidak menjamin pesan menancap di kepala target audience.
Dalam hal konten, tantangannya adalah memberikan pesan yang tepat dan kontekstual dengan target. Sulit menemukan pesan yang kontekstual jika kandidat hanya merenungkan dan merapatkannya bersama tim. Akan lebih efektif jika berdialog langsung dengan target audience, menggali minat dan kebutuhan mereka.
Facebook bisa menyediakan berbagai fasilitas yang mendorong aktivitas sosial di dunia maya. Komunikasi bisa lebih efektif karena audience terlibat dalam prosesnya. Selain itu, Facebook memungkinkan kandidat capres berdialog dengan target audience dan menerima umpan balik dari mereka.
Masalah kredibilitas
Namun, masalah utama Facebook adalah siapa pun bisa membuat sendiri Profile, Page atau Group yang seolah-olah merepresentasikan kandidat capres dan opininya. Untuk itu, sangat penting untuk membangun dan memperkuat kredibilitas atas setiap aktivitas yang dilakukan via Facebook.
Kredibilitas ini dimulai dari kandidatnya sendiri. Mereka harus mempromosikan dan menghubungkan eksistensi virtual mereka di Facebook dalam aktivitas di dunia nyata, ketika berkampanye, wawancara media atau dalam iklan di media tradisional. Jadi, harus kampanye Facebook ini tidak bisa berdiri sendiri, melainkan sebuah pendekatan multi channel.
Di dunia maya, aktivitas Facebook perlu didukung oleh website resmi kandidat capres. Semua konten seperti jadual, berita, dan profil kandidat harus terhubung dengan Facebook dan sebaliknya. Melalui cara ini, diharapkan pengakses bisa membedakan antara aktivitas Facebook resmi kandidat dan tiruannya.
Page
Daripada Profile, kandidat capres seharusnya membuat Page. Jumlah teman dalam Profil terbatas maksimal hingga 5.000 orang sedangkan Page tidak terbatas. Page juga menyediakan fasilitas untuk menganalisa demografi dan behavior jaringan teman di dalamnya. Apabila website resmi capres berfungsi sebagai fondasi, Page adalah jangkar kampanye Facebook. Dalam Page inilah semua informasi Capres ditampilkan, seperti homepage pada website.
Wall dan Group
Status dan Wall pada Page bisa digunakan untuk memancing dialog dengan target audience atau menyampaikan opini dan berita-berita singkat. Namun untuk mengkomunikasikan program-program capres, sebaiknya memanfaatkan fasilitas Group. Misalnya, Group untuk program kesehatan, Group untuk program pendididan dan Group untuk program ekonomi. Disinilah pentingnya membuat prioritas dalam mengkomunikasikan program yang benar-benar relevan dengan rakyat (target audience).
Cause
Untuk mengkomunikasikan prinsip-prinsip dan nilai-nilai dari kandidat, bisa dilakukan melalui fasilitas Cause seperti anti-korupsi, turunkan sembako atau pendidikan gratis. Baik Group maupun Cause lebih efektif karena audience terlibat aktif dan dengan suka rela bergabung di dalamnya. Sering-seringlah berfoto dengan audience dan tag mereka dalam halaman Photo.
Notes & Apps
Berita-berita atau opini yang lebih panjang dapat memanfaatkan Notes, atau juga Link dari berita di website resmi atau dari media sosial yang lain seperti YouTube. Jika kandidat memiliki sumber daya lebih banyak, bisa menciptakan berbagai Facebook Application yang menarik minat target audience dan membuat mereka semakin terlibat dengan komunikasi capres, misalnya aplikasi untuk memilih lima pahlawan nasional favorit.
Sentuhan personal
Akan tetapi, perlu dicamkan bahwa sangat penting bagi kandidat capres menghidupkan keberadaan Facebook-nya dengan sentuhan personal dan manusiawi. Hal inilah yang banyak dilupakan sejumlah caleg ketika berkomunikasi via Facebook. Pengertian menghidupkan disini tentunya dalam kadar sewajarnya, tidak berlebihan hingga menjadi spam yang mengganggu.
Categories: New Media Tags: capres, facebook, kampanye