VMware bangun ekosistem virtualisasi

Laporan dari VMWorld 2009, San Francisco, California.
Ekosistem dimaksud terdiri dari mitra teknologi, mitra bisnis, para profesional teknologi informasi dan komunitas pengembang di seluruh dunia yang akan mendukung berbagai strategi baru perusahaan tersebut di area produk dan pemasaran.
VMware membutuhkan ekosistem yang lebih luas karena perusahaan itu berupaya menawarkan portofolio produk dan layanan virtualisasi secara lebih lengkap.
Pada konferensi tahun ini VMware merilis produk manajemen data center VMware vCenter. Produk ini merupakan pengembangan dari VMware Infrastructure 3 yang banyak digunakan untuk konsolidasi server dan VMware vSphere 4 sebagai fondasi virtualisasi seluruh komponen infrastruktur.
VMware vCenter menyentuh dua komponen utama dalam manajemen data center, yakni infrastruktur dan penyediaan layanan teknologi informasi. Seperti halnya peranti lunak manajemen yang lain, VMware vCenter membantu pengelolaan data center sehari-hari, seperti mengatur dan menetapkan kebijakan, monitoring, manajemen perubahan, insiden, dan pelaporannya. Bedanya, VMware vCenter mengedepankan pada manajemen virtual machines yang beroperasi dalam data center.
Sebagai produk data center, penting bagi vCenter untuk sama-sama eksis dengan berbagai solusi manajemen yang lain. Ekosistem inilah yang akan dikembangkan VMware bersama-sama dengan sejumlah nama besar di industri TI seperti Cisco Systems, Hewlett-Packard (HP), IBM, Hitachi Data Systems, CA dan Symantec.
Ekosistem itu menghasilkan lebih dari 200 produk manajemen teknologi informasi yang mendukung VMware vCenter. Beberapa mitra menjualnya sebagai produk original equipment manufacturer (OEM). VMware vCenter akan tersedia pada kuartal keempat 2009 dan akan terus dilengkapi hingga 2010.
Kemitraan dengan Intel
VMWare juga mengumumkan kemitraan OEM dengan Intel untuk memasarkan VMware vSphere 4 -yakni produk virtualisasi untuk infrastruktur dan aplikasi- kepada bisnis skala menengah dan kecil. Jaringan penjualan global Intel terdiri dari 50.000 lebih anggota di jenjang Premier dan Associates yang berfokus di segmen menengah kecil. Bagi Intel, kerja sama ini akan membantu pemasaran lini Intel Xeon 5500 Series yang diluncurkan belum lama ini.
Ekosistem mitra bisnis
Di area ini, VMware mengumumkan program akreditasi dan sertifikasi bagi mitra bisnis yang tergabung dalam VMware Partner Network (VPN). Melalui program ini, mitra VMware bisa memilih kompetensi di empat area: virtualisasi infrastruktur, business continuity, virtualisasi desktop atau manajemen virtualisasi. Untuk memudahkan mitra membangun kompetensi tersebut, VMware telah menata ulang portal mitranya dan membangun universitas virtual VMware Partner University.
Dukungan terhadap mitra bisnis itu berlanjut lewat layanan direktori Partner Locator yang membantu calon pelanggan menemukan mitra VMware lokal.
Dalam Partner Locator mitra bisnis dikategorikan berdasarkan geografis, jenis, jenjangnya di VPN dan kompetensi intinya.
Sejak dibentuk pada April 2009, VPN saat ini terdiri dari 16.000 lebih individu dari 1.200 mitra bisnis. Jumlah mitra yang berhasil mencapai akreditasi VMware Technical Sales Professional (VTSP) pun tumbuh lima kali lipat.
Ekosistem komunitas
VMware memiliki produk khusus bagi komunitas developer yang ingin menjajal penerapan virtualisasi, yakni VMware ESXi. Lebih dari 500.000 pengguna telah mengunduh peranti lunak bebas biaya lisensi itu (gratis). Umumnya mereka adalah bisnis skala kecil dan menengah.
Untuk mendukung segmen pengguna ini, VMware bersama Shavlik Technologies membuka layanan berbasis Web VMware Go. Seperti ESXi, layanan VMware Go tersedia secara gratis. Salah satu layanannya adalah proses pemasangan dan konfigurasi ESXi hanya dalam beberapa klik. Layanan VMware Go akan tersedia sepenuhnya pada 2010.
Komunitas open source juga tak luput dari perhatian VMware. Setelah mengakuisisi SpringSource, VMware kini memiliki akses terhadap berbagai proyek open source.
Cloud computing
Puncak dari strategi pengembangan ekosistem virtualisasi VMware ini adalah adopsi cloud computing yang semakin luas. Cloud computing adalah model di mana berbagai sumber daya (infrastruktur dan aplikasi) yang tervirtualisasi mampu menyediakan tenaga komputasi secara dinamis dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan. Perusahaan bisa mengadopsi cloud computing di lingkungan internal, atau mendapatkannya sebagai layanan dari penyedia jasa eksternal dengan skema berlangganan atau membayar sesuai pemakaian.
Virtualisasi adalah langkah awal dari cloud computing. Dengan demikian, solusi VMware akan laris manis jika semakin banyak perusahaan yang menuju ke cloud computing. Banyak jalan menuju cloud computing seiring dengan banyaknya vendor yang menyediakan kemampuan virtualisasi pada produknya.
Di kategori peranti lunak, kompetitor terbesar VMware adalah raksasa Microsoft dengan kekuatan dan tingkat penetrasi platform Windows, didukung ekosistem yang sudah mapan. Dalam jumpa pers, Chief Executive Officer (CEO) dan President VMware Paul Maritz bahkan menyebut Microsoft sebagai kompetitor yang tangguh.
“Kami harus menghadapinya dengan sangat serius,” kata Paul yang pernah bekerja di Microsoft pada 1986-2000.
VMware pun menyesuaikan struktur organisasinya dengan membentuk tim khusus yang bertanggung jawab pada pengembangan ekosistem.
Secara global, organisasi itu ada di bawah komando seorang “Global Channel Chief.” Setiap kawasan (benua Amerika, EMEA (Eropa, Timur Tengah, Afrika) dan Asia Pasifik akan dipimpin masing-masing oleh “Channel Chief.”
Categories: Enterprise Systems, Industry News Tags: cloud computing, virtualisasi, vmware, vmworld